Agenda Kegiatan

Agenda Kegiatan

PIP SEMARANG LAKSANAKAN WORKSHOP AKREDITASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

PIP SEMARANG LAKSANAKAN WORKSHOP AKREDITASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Dasar pelaksanaan akreditasi perpustakaan adalah Pasal 18 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang berbunyi “Setiap perpustakaan dikelola sesuai dengan standar nasional perpustakaan”.


Adapun yang menjadi dasar akreditasi perpustakaan perguruan tinggi adalah Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 yang berbunyi setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Salah satu bentuk pengakuan formal terhadap pemenuhan standar perpustakaan yaitu melalui akreditasi perpustakaan. Akreditasi perpustakaan merupakan rangkaian kegiatan proses pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan  yang menyatakan bahwa perpustakaan sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan. Kegiatan akreditasi perpustakaan dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional atau LAP-N yang telah disahkan oleh Perpustakaan Nasional RI.

Workshop yang diselenggarakan perpustakaan PIP Semarang bertujuan untuk mengenalkan kepada para peserta mengenai penyelenggaraan akreditasi Perpustakaan perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari mulai hari Kamis s.d. Jumat, tanggal 25 dan 26 Oktober 2018, bertempat di Hotel Haris Sentraland Semarang.  Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran manajemen PIP Semarang beserta para pustakawan Perpustakaan PIP Semarang.

Workshop menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional yaitu Drs. Nurcahyono, SS, M.Si, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca (P3MB) Perpustakaan Nasional RI dan Drs. Supriyanto, M.Si, Pustakawan Madya Perpustakaan Nasional RI.

Workshop dibuka oleh Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan, Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc, yang menyampaikan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu dan kualitas pengelolaan perpustakaan yang dilakukan dengan penilaian sesuai standar, kebijakan dan prosedur penyelenggaraan perpustakaan secara nasional. Akreditasi juga merupakan evaluasi terhadap aspek-aspek penyelenggaraan perpustakaan apakah sesuai standar nasional perpustakaan atau belum. Perpustakaan PIP Semarang yang merupakan perpustakaan kemaritiman juga harus mulai melanggan majalah elektronik, buku elektronik yang bersubjekkan kemaritiman, mengingat bahwa luas ruang perpustakaan yang terbatas, sehingga perlu disiasati selain menyediakan buku teks juga mulai menyediakan layanan buku elektronik.

Kepala Unit Perpustakaan dan Penerbitan, Alfi Maryati, SH menyatakan bahwa beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam mengembangkan layanan perpustakaan PIP Semarang meliputi : keterbatasan luas ruangan perpustakaan, saat ini hanya 677 m2 sehingga untuk menampung buku-buku baru hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan, yang kedua adalah keterbatasan anggaran perpustakaan sementara anggaran belanja modal perpustakaan cukup besar, seperti langganan e journal dan e book, security gate, perangkat layanan mandiri, langganan aplikasi plagiasi, dan lain sebagainya, sedangkan yang ketiga kurangnya perhatiannya Kementerian Perhubungan terhadap pembinaan dan pengembangan perpustakaan di bawahnya, sehingga untuk pengembangan perpustakaan masing-masing perguruan tinggi maupun sekolah di bawah Kementerian Perhubungan, setiap perguruan tinggi dan sekolah mencari bentuk sendiri. Salah satu upaya yang telah dilakukan Perpustakaan PIP Semarang adalah bergabung dengan berbagai forum perpustakaan khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Dengan mengikuti forum dan melakukan studi banding ke perguruan tinggi lain dapat memberikan pencerahan sejauh mana perpustakaan telah berkembang khususnya perkembangan yang cukup pesat dalam pemanfaatan teknologi informasi.

Drs. Nurcahyono, M.Si menyampaikan materi Kebijakan Akreditasi, bahwa seluruh perpustakaan wajib menyelenggarakan layanan perpustakaan sesuai standar perpustakaan nasional. Dua hal yang terpenting dalam perpustakaan yaitu perpustakaan dikelola oleh tenaga profesional yaitu pustakawan (lulusan yang memiliki ijazah Perpustakaan) dan wajib melaksanakan layanan sesuai standar nasional Perpustakaan. Selain perpustakaan harus memiliki akreditasi, para pengelola perpustakaannya juga memiliki sertifikasi kompetensi pustakawan. Apabila dua hal ini telah dimiliki, berarti layanan yang diberikan sudah pasti terjamin, menjamin kualitas kegiatan perpustakaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perpustakaan.

Sementara Drs. Supriyanto, M.Si. menyampaikan bahwa mulai bulan April 2018, terhadap pengajuan akreditasi perpustakaan perguruan tinggi telah menggunakan borang terbaru, yang terdiri atas 6 (enam) komponen penilaian meliputi komponen koleksi, sarana prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, dan komponen penguat. Perbedaan komponen penilaian yang lama dan yang baru ini adalah komponen lama terdiri dari 9 komponen penilaian dan komponen baru hanya 6 aspek. Ada aspek penguat yang sebelumnya belum diatur dalam komponen penilaian yang lama. Tujuan penilaian pada komponen penguat agar seluruh perpustakaan perguruan tinggi berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas perpustakaannya. Komponen penguat terdiri dari aspek inovasi/kreativitas, keunikan, prestasi dan komitmen pimpinan. Sementara komponen lama lebih menitikberatkan pada kuantitas dan komponen yang baru menitikberatkan pada kualitas.

Hasil penilaian akreditasi meliputi akreditasi A dengan penilaian baik sekali dengan capaian nilai 91 s.d. 100, sementara akreditasi B dengan hasil baik dan capaian nilai 76 s.d. 90, sementara hasil C dengan penilaian cukup dan capaian nilai antara 60 s.d. 75, sementara untuk hasil nilai di bawah 60 berstatus belum terakreditasi. Kegiatan workshop diakhiri dengan study tour library kedua narasumber workshop tersebut ke perpustakaan PIP Semarang.

Related Posts:

Comments